APIKES IRIS
Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan
Program Studi D-III Ilmu Rekam Medis

Akreditasi BAN-PT No. 007/BAN-PT/Ak-XI/VII/2011
SK Mendiknas No. 207/D/O/2000
Jl. Gajah Mada 23, Padang 25143; telp. 444726; Fax 444727; e-mail: iris@apikes.com
PROFESI REKAM MEDIS

Rekam medis adalah profesi yang sangat penting dalam masa-masa
pembangunan kesehatan yang mengandalkan profesionalisme, terutama ketika
Undang-undang Perlindungan Konsumen telah berjalan efektif. Kehadiran
profesi ini lebih diperlukan karena tuntutan hukum  telah semakin sering
dilakukan terhadap dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan. Setiap rumah
sakit tipe A harus memiliki minimal enam profesional rekam medis, sedangkan
rumah sakit tipe B minimal empat orang. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sekitar
20.000 lapangan pekerjaan terbuka untuk profesional rekam medis seluruh
Indonesia.
Profesi rekam medis memiliki peran yang setara dengan tenaga kesehatan
lain, seperti perawat atau bidan, petugas rontgen, petugas laboratorium, dan
sebagainya. Jabatan fungsional untuk perekam medis telah diberlakukan sejak
1 Oktober 2003, dengan syarat minimal memiliki ijazah Diploma III Ilmu Rekam
Medis.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara [PAN] tentang Jabatan
Fungsional Perekam Medis dan Angka Kreditnya (No. 135/KEP/M.PAN/12/
2002 tanggal 3 Desember 2002).

Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara (No. 048/MENKES/SKB/2003 dan No. 02 Th 2003 tanggal 20 Januari
2003) menetapkan bahwa kenaikan pangkat Perekam Medis harus mengacu
kepada angka kredit sejak 1 Oktober 2003.
TUGAS PROFESI DALAM PELAYANAN REKAM MEDIS:

1. Pemberian nomor rekam medis, pengambilan data, dan pengisian buku
register pasien, serta menyiapkan indeks pasien, penyakitnya, dan dokter
yang merawat.

2. Pengelolaan buku rekam medis (“buku status penyakit”) pasien sehingga
isinya lengkap dan benar, mengingat isi rekam medis adalah bukti hukum
pelayanan rumah sakit kepada pasien.

3. Analisis terhadap diagnosis dan pengkodean penyakit sesuai dengan
pedoman internasional yang ditetapkan oleh badan kesehatan sedunia, WHO.

4. Penyimpanan rekam medis sedemikian rupa sehingga mudah untuk diambil
ketika pasien datang untuk berobat kembali.

5. Penyimpanan data utama pasien di komputer, dan mengolahnya secara
statistik untuk menghasilkan laporan berkala rumah sakit ke dinas kesehatan.
My favorite link
AHIMA
Apikes IRIS on Facebook
Counter